business-cycle-consulting-logo

8 Kekurangan Pengaturan Mixed-Remote Bagi Karyawan

Dipost oleh Bun Hin Ciong pada May 4, 2020

Mixed-Remote atau hybrid-remote adalah pengaturan oleh perusahaan untuk bekerja dari rumah bagi sebagian karyawan dan tetap bekerja di kantor bagi sebagian besar karyawan yang lain.

Bagi karyawan yang termasuk kelomopok bekerja remote berarti karyawan tersebut dapat bekerja dari rumah atau dari mana saja tanpa harus hadir setiap hari secara rutin ke kantor perusahaan. Bagi karyawan yang tidak termasuk karyawan remote mereka harus tetap datang ke kantor perusahaannya setiap hari pada jam kerja yang ditentukan.

Ada beberapa tingkatan bekerja-remote yang diterapkan oleh perusahaan yaitu, No-Remote (sama sekali tidak ada kerja remote), Remote-Tolerated (di toleransi atau diizinkan remote di waktu tertentu), Mixed-Remote (sebagian remote, sebagian tidak remote) , Remote-Biased a Time Zone (Kerja remote semua tetapi dengan bauran pada satu zona waktu tertentu), dan all-remote (semua bekerja remote tanpa sinkronisasi zona waktu). Masing-masing tingkatan remote tersebut dijelaskan lebih detil disini.

Dalam artikel ini kita membahas khusus mengenai kelemahan dari mixed-remote, agar perusahaan atau karyawan yang mempertimbangkan untuk mengadopsi model ini dapat memiliki gambaran lebih baik.

Bagi karyawan yang mengiginkan kebebasan dan fleksibilitas mungkin saja memandang pekerjaan mixed-remote atau remote-campuran yang ditawarkan perusahaan, sebagai hal yang lebih baik daripada tanpa-remote. Tetapi model pengaturan ini dapat juga menyebabkan kerugian atau ketidaknyamanan bagi karyawan yang remote. Bagi pengusaha yang memilih model ini juga sebaiknya mempertimbangkan juga kelemahan-kelemahan ini.

1. Akses Informasi Terbatas

Karyawan dalam kelompok remote, dalam pengaturan mixed-remote, mungkin memiliki lebih sedikit akses ke informasi. Kecuali jika Anda bekerja untuk bos atau manajer yang mendokumentasikan segalanya.

Anda mungkin diminta untuk menangani tugas sehari-hari Anda dengan informasi yang kurang atau tidak lengkap dibandingkan dengan rekan kerja yang tidak remote. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan kesalahan, kebingungan, frustrasi, dan bahkan kinerja yang buruk.

2. Lebih sedikit peluang karier dan pengembangan

Karyawan perusahaan remote yang 'tidak terlihat' dapat dilewatkan untuk promosi, kemajuan karir, dan peluang pengembangan. Mereka mungkin juga memiliki lebih sedikit peluang untuk bergerak secara horizontal dalam organisasi, dan lebih sedikit pengaruh untuk menciptakan peran baru untuk melayani kebutuhan bisnis yang berkembang.

3. Perasaan menjadi karyawan kantor pinggiran

Karyawan remote dalam pengaturan mixed-remote mungkin merasa terisolasi dari perusahaan. Penting untuk bertanya selama proses wawancara bagaimana rekan kerja remote ‘diterima’ atau dianggap sebagai bagian dari tim, termasuk persepsi dari karyawan yang tidak remote.

Bagi sebagian orang mungkin tidak terganggu oleh perlakuan sebagai pinggiran, tetapi dapat menjadi beban mental dan emosional pada sebagian orang yang lain. Bagaimana dengan Anda?

4. Perlu mengelola perasaan bersalah

Bukan hal yang aneh untuk mendengar pekerja remote menyatakan resah jika mereka bekerja di perusahaan yang sebagian besar karyawannya yang lainnya tidak remote.

Mereka akan mendapatkan keluhan kecemburuan saat bersosialisasi dengan kolega lain yang tidak remote. Kecemburuan tentang mereka yang tidak remote harus menghabiskan waktu diperjalanan, atau kecemburuan tidak bisa leluasa untuk dapat menghadiri acara kumpul keluarga, dan lain-lain.

Ada ketidaksetaraan dalam pengaturan model ini sehingga karyawan remote dapat memiliki perasaan bersalah pada koleganya karena ia tidak harus mengalami ketidakleluasaan yang selalu dikeluhkan kolega tersebut.

5. Menanggung beban tuduhan diistimewakan

Jika seorang karyawan dipekerjakan dalam kapasitas remote, tetapi pengaturan ini tidak didukung secara merata di seluruh tim dan manajer, masalah mungkin muncul ketika karyawan remote terus-menerus harus memberikan penjelasan atas tuduhan diberikan keistimewaan karena tidak dipaksa untuk pulang-pergi ke kantor secara fisik.

6. Dapat merasa tidak dianggap atau tidak sepenuhnya diakui

Banyak perusahaan besar akan mentolerir karyawan jarak jauh, tetapi mereka tidak akan secara terbuka mengakui kepada customer atau pihak ketiga lain peran sebagai karyawan remote. Perusahaan juga tidak akan secara terbuka memberitahukan bahwa karyawan tersebut adalah karyawan remote.

Ini menciptakan permainan petak umpet yang melelahkan saat mencari peran, selain juga harus mencari manajer dan tim yang ramah dengan karyawan remote dalam organisasi semacam itu.

7. Menanggung risiko disudutkan

Adalah mungkin bagi karyawan remote di sebuah perusahaan yang sebagian besar karyawannya yang lain tidak remote selalu mendapatkan pertanyaan seperti, "Jadi, bagaimana Anda memandang pengaturan kerja jarak jauh ini?"

Hal ini menempatkan karyawan remote dalam situasi yang sulit. Antara mereka memilih untuk memperjuangkan gagasan memberdayakan lebih banyak kolega untuk bekerja remote, yang mana berpotensi merusak reputasi mereka di mata owner atau bos, atau mereka dianggap tidak membantu kolega lain yang juga ingin bekerja remote, karena tidak mau mendukung gagasan lebih memperluas kerja remote tersebut ke karyawan lain yang belum remote.

8. Tuntutan ber-kinerja lebih

Ketika Anda seorang karyawan remote yang bekerja dengan kolega yang tidak remote dimana mereka harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan setiap hari, Anda mungkin menghadapi tuntutan atau tekanan dari anggota tim lain yang tidak bekerja remote, untuk memberikan hasil melebihi dari mereka.

Ini berasal dari budaya iri yang beracun, di mana karyawan yang tidak bekerja remote menyimpulkan bahwa jika mereka harus menanggung ketidakfleksibelan dan waktu perjalanan, karyawan remote harus memberikan hasil tambahan agar tidak menjadi terlalu mudah hidupnya.

Business Cyccle Consulting

Citra Raya Boulevard Blok X01 No. 27R Citra Raya Tangerang 15710.
Phone: 021-29239357

Tips Solusi Bisnis Dan ERP

Dapatkan trik dan strategi terbaik dalam buletin menarik. Daftarkan email Anda.
Copyright ©2022 BCC - Business Cycle Consulting
menu-circlecross-circle linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram